WELCOME TO MY BLOG :D

Thursday, February 24, 2011

Kata-kata Terakhir Darimu

Hari ini adalah hari libur. Aku bahagia banget, karna aku bisa bersenang-senang seharian penuh. Bangun tidur aku langsung bergegas membuka jendela kamarku. Ku rasakan dinginnya pagi dan mentari yang menyinari. Aku lalu bergegas menuju kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap untuk melewati hari ini dengan penuh senyuman. Saat bersiap-siap terdengar dari kamarku suara klakson.

“Lety, Nak itu Aldo udah jemput kamu” Mama berteriak dari bawah
“Iya Ma, suruh dia nungguin ntar ni aku lagi siap-siap” Sahutku sambil berteriak.
“Maaf Al, gw tadi kesiangan bangun” ucapku pada Aldo
“Iya gapapa kok” jawab Aldo
“Hmm, ayo cabut ngapain masi disini ??” ajakku segera pergi
“Sip, ayo sayang ku” ucapnya.
“Kita mau cabut kmana?” tanyaku pada pacarku Aldo Driyan Saputra.
Aldo adalah cinta pertamaku dia adalah orang yang berarti dalam hidupku. Aldo kamu telah berikan harapan yang indah bagiku. Ku harap kamu adalah Cinta Pertama dan Terakhir ku.

“Ngapain kita ke tempat kayak beginian?” Tanya ku pada Aldo karna ia mengajakku ke tempat yang sangat asing bagiku, dan tenpat itu sangat sepi.
“Gw mau bilang sesuatu ma Lo, tapi gw ga mau nyakitin Lo” ucapnya membuat penasaran
“Gapapa kali, Lo crita aja sama gw!” jawabku memaksa
“Lety, yang harus Lo tau hidup gw tuh gak bakalan lama lagi, gw divoni dokter kanker otak stadium4, dan hidup gw bisa di hitung bulan, gw harap Lo bisa nrima gw apa adanya dan Lo gak bakalan ninggalin gw sampe ajal yang memisahkan kita” ucapnya menyayat hati
“Maksud Lo apa Al, Lo gak nglantur kan? Ga mungkin Al itu semua ga mungkin” aku menangis di depan Aldo.
“Iya Lety sayang” jawabnya sambil memeluk erat tubuhku
“Tenang Aldo, aku akan temani kamu sampai kapan pun” aku menangisi semuanya
“Sayang, ayo kita lanjutin perjalanan kita bersenang-senang aku mau di hari-hari terakhirku aku bisa bersama kamu” ucap Aldo yang tambah membuatku tidak sanggup menghadapi semua ini
“Ayo” ajak Aldo.

Melihat wajah Aldo yang tampan aku menuruti semua permintaannya karena mungkin sebentar lagi aku tidak akan melihatnya lagi. Hari ini kulewati dengan keceriaan, walaupun sesuatu yang mengganjal hatiku membuat aku tambah gila. Saat aku tertidur pulas HP ku berbunyi.

“Siapa sih ini malem-malem jam segini masi ganggu orang istirahat aja” gumamku sambil membuka mata “Haa? Tante Muti” kagetku dalam hati
“Ada apa tante? Apa? Aldo kritis? Iya tante Lety ke sana sekarang” aku menerima telepon dengan kaget. Aldo sekarang kritis. Orang yang aku cintai dalam keadaan antara hidup dan mati. Tuhan mengapa semua ini harus terjadi padaku, aku tak sanggup lagi dengan semua ini.
“Mama, Aldo kritis ma, ayo kita ke Rumah Sakit sekarang” ajakku ke Mama sambil aku menangis ketakutan. Sampai di rumah sakit, aku langsung menuju kamar ICU. Disana aku melihat Tante Muti menangis. Aku dan Mama berusaha memberi semangat pada Tante Muti. Sedang Mama menenangkan Tante Muti, aku masuk ke ruang ICU. Aku melihat kekasihku Aldo Driyan Saputra terbujur lemah.
“Aldo sayang, aku akan selalu ada buat kamu, kamu adalah cinta pertamaku aku harap kamu cinta terakhirku, Aldo jangan tinggalin aku, aku butuh kamu aku ingin kamu kembali seperti dulu lagi Aldo kamu harus bertahan bertahan demi cinta kita”. Aku menangis dan memegang tangan Aldo dengan erat-erat.
“Lety…Lety..Lety” Aldo memanggil-manggil namaku
“Aldo ini aku Lety, kamu harus bertahan Aldo bertahanlah” ucapku.
Tante Muti dan Mama langsung menghampiri kami.
“Lety, kamu adalah gadis yang selalu ada untukku kamu adalah cinta pertama dan terakhir ku, dari dulu hatiku kujaga hanya untuk kamu Lety. Lety, kuharap kamu bisa melupakan ku dan mencari pengganti ku. Lety, kamu adalah jantung bagi kehidupanku Let kamu orang yang tulus. Aku bisa merasakan ketulusan kamu. Tapi, mungkin sampai disini kisah kita. Karna kita tak mungkin bersama lagi. Aku ingin kamu bahagia walaupun bukan bersama ku. Lety aku senang bisa mengenalmu hingga menjadi kekasihmu. Lety selamat tinggal aku titip Mama dan Papa aku. Selamat tinggal Letytia Cyntia Sary ku” kata-kata akhir Aldo sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya.
“Aldo jangan tinggalin aku Aldo…Aldo,,” teriakan ku memecah suasana.

Setelah pemakaman Aldo selesai aku pulang ke rumah Aldo dan aku bergegas ke kamar Aldo. Disana aku menemukan sebuah Diary. Disana tertulis bagaimana aku bisa bertemu Aldo sampai ajal memisahkan kita. Aldo aku akan selalu ingat kata-kata terakhir darimu itu. Aldo aku sayang padamu. Semoga cinta kita berlanjut di masa yang akan datang. Aku Cinta Kamu Aldo.

No comments:

Post a Comment